Laman

Menikmati Indahnya Pantai Matras

Pantai Matras terletak di Kabupaten Sungai Liat, Bangka Belitung.

Puncak Tertinggi Provinsi Sumatera Selatan

Gunung Dempo berada di Kota Pagaralam dan berketinggian 3183 mdpl.

Gravity Suku Anak Dalam

Jejak di Provinsi Jambi: Gravity Suku Anak Dalam (SAD) di Thehok, Jambi.

Berkunjung ke Rumah Baca Pustaka 2, Payakumbuh

Rumah Baca Pustaka 2, Payakumbuh-Sumbar didirikan oleh Uda Agus dan Uni Linda.

Lelaki Penyuka Koran

Setiap pagi, Lelaki ini gemar ke kios-kios koran dan berpura-pura membaca.

Rupa Cughup Besemah

Cughup (air terjun) Besemah terletak di antara Lahat-Pagaralam, Sumsel. Untuk mencapai ke sana, mesti jalan kaki hingga 1 jam perjalanan.

Berwisata Candi Prambanan

Candi Prambanan terkenal di telinga masyarakat lewat kisah Loro Jongrangnya.

Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Januari 2016

Jantung Pertemuan Berbuah Duka




            Ayo lihat semua
            Kapten kita datang
            Seluruh penjuru kota
            Puji kehebatannya

Potongan lirik lagu “Captain Tsubasa” di selembar kertas yang Iryanto berikan padaku untuk dinyanyikan bersama. Ketika kami menghibur diri dengan lagu tersebut dengan segera kau serobot lembar kertas tersebut. Aku geram akan tingkah lakumu. Terlagi saat mulai kau nyanyikan lirik lagu tersebut dengan suara merdumu di depan kami.

Jumat, 18 Desember 2015

Esai "Perpustakaan Berinternet dan Ratapan Buku"





Ilustrasi buku dan eletronik, laptop

Di dalam kisah, perpustakaan memiliki keharmonisan bersama buku. Reot, mewah, atau bertingkatnya bangunan perpustakaan, akan wagu bila tak ditemui para buku. Bermacam tema, sasaran pembaca, dan tahun kelahiran buku mengisi rak-rak yang tatanannya memuat historis dan keserasian di mata penggagas perpustakaan. Buku menjadi tamu kehormatan berderajat tinggi dan berlimpah keistimewaan, tak kalah dengan barang-barang yang terpampang di supermarket, mall, atau toko tak bermerek sekalipun.

Jumat, 07 Februari 2014

Bingkis Ramadhan


Lamat-lamat menapak terang samudra semesta
Atom Tuhan tegur lewat bercik sinarnya
Dan cincin alam mengapung di Bima Sakti raya
Takjub menyatu dalam ruang rindu
Kerinduan yang utuh

Berawal Rajab dan Syaban beriring rima
Zaitun dan kurma bersenggama
Menyatukan wujud pada sesosok karomah
Pada dinasti langkah zaman tak bermunajad syurga

Sabtu, 25 Januari 2014

Perempuan di Ujung Mata


Oleh: Wahyu Wibowo



          
              Hari hendak menutup mata. Gelagat putih menjauh pergi. Nanar sinar pun pudar ditilang waktu. Tepat di pelupuk mata, kabar hadir redup ditelan angin. Ah, andai saja masih pagi. Kurengkuh niat bersih untuk menyulam laranya. Hendak apa dikata, ia tenggelam dalam tidurnya sendiri.

            Di sepanjang jalan lintas Sumatera lalu lalang kendaran tak pedulikan kiri-kanan. Debu sebabnya hantar lusuh wajah dan sekujur tubuh. Tak hirau air pembersih mengguyuri tubuh sebelumnya. O, janganlah melusuhkan hati juga. Kalau sampai terjadi, betapa malangnya hidup. Janganlah, jangan! Aku enggan terseruput jelaganya.

            Kian berisik, kain menukik suara kendaraan ke pori-pori telinga. Kendaraan yang tak pernah hilang dari kedipan mata akan lalu lalangnya. Kendaraan yang merelakan sebagiannya tergoyang setelah lewati paruh jalan berlubang. Goyangan yang tak seperti teraturnya goyangan Bumi ketika mengelilingi porosnya, Matahari. Pun Matahari mengelilingi Galaksi. Lalu, galaksi beredar pada alam semesta. Melainkan goyangan yang sedikit saja tak mendapati celah, maka merelakan segala isinya tumpah ruah meratai alas jalan.

Kamis, 16 Januari 2014

Syahrun Azhim


Oleh : Wahyu Wibowo




Dalam dekap gempita kesunyian
Khusyuk duduk pesinar dunia sendiri
Awang-awang menghalang rajam tangan-tangan dekil
Bebatu bergeming atur kemudi mengikuti
Betapa cawan hati berdegup-urat mengkaku
gigil menyentak muka latar Hira
Perjalanan Ruh menjadi bebutir debu berseliweran
Semisal fasih narasi mencairkan depa hijab Ghaib
inikah selayak wajah syurga?


Selasa, 25 Juni 2013

Mahakarya Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Sriwijaya


            Tingkat kreatifitas memang tiada batasnya. Hal ini terbukti dari puluhan mahasiswa pendidikan matematika Universitas Sriwijaya (Unsri) yang berhasil membuat buku kumpulan puisi, cerpen, dan komik matematika. Tanpa membatasi ruang yang sedang diarungi dan kekreatifitasan yang seharusnya dimiliki semua mahasiswa, mereka berhasil menggabungkan itu semua ke dalam sebuah tulisan.
Mahasiswa yang hampir sebagian besar tergabung dalam Forum Lingkar Pena (FLP) Ogan Ilir ini dan Komunitas Sastra Unsri ini berhasil menggungkapkan keindahan matematika dengan tulisan dan lukisan. Tentu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, akan tetapi dengan keinginan yang keras dan melahirkan pandangan berbeda mengenai matematika maka ini merupakan kewajiban. Sehingga menjadi pelecut tersendiri untuk memberikan yang terbaik.