Laman

Menikmati Indahnya Pantai Matras

Pantai Matras terletak di Kabupaten Sungai Liat, Bangka Belitung.

Puncak Tertinggi Provinsi Sumatera Selatan

Gunung Dempo berada di Kota Pagaralam dan berketinggian 3183 mdpl.

Gravity Suku Anak Dalam

Jejak di Provinsi Jambi: Gravity Suku Anak Dalam (SAD) di Thehok, Jambi.

Berkunjung ke Rumah Baca Pustaka 2, Payakumbuh

Rumah Baca Pustaka 2, Payakumbuh-Sumbar didirikan oleh Uda Agus dan Uni Linda.

Lelaki Penyuka Koran

Setiap pagi, Lelaki ini gemar ke kios-kios koran dan berpura-pura membaca.

Rupa Cughup Besemah

Cughup (air terjun) Besemah terletak di antara Lahat-Pagaralam, Sumsel. Untuk mencapai ke sana, mesti jalan kaki hingga 1 jam perjalanan.

Berwisata Candi Prambanan

Candi Prambanan terkenal di telinga masyarakat lewat kisah Loro Jongrangnya.

Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Januari 2015

Berdosakah Bermimpi dan Berdoa Akan Hal yang Besar?





Ilustrasi tangga kesuksesan



“Jika kita mampu bermimpi besar, kenapa harus bermimpi kecil?
Jika kita bisa meminta hal yang besar dalam berdoa, haruskah meminta hal yang kecil kepada Maha Esa? Toh, energi dan waktu yang dikeluarkan akan sama besar. (Wahyu Wibowo)

Jumat, 07 Februari 2014

Kesuksesan Rencana Berawal dari Persiapan Matang


Bismillahirrahmaanirrohiim...

Kali ini aku akan menceritakan sedikit kisah mengenai perjalanan “Akademik” yang mesti kujalani dalam kehidupan kampus ini. Ada hal paling mengesankan saat aku melakukan pembelajaran mengajar di SMAN 1 Indralaya Selatan (Intan) yang disebut P4 atau bahasa umumnya PPL. Hal yang menarik hati untuk kemudian selalu diselami dan semayami dalam hati, yaitu berani mencoba dan kerja keras yang disertai persiapan yang mateng. Begitulah orang menyebutnya.
 
Dua minggu sebelum perpisahan, aku mengusulkan dengan diadakannya Pensi (Pentas Seni) yang aktor utama dalam kegiatan ini semua mahasiswa P4 dan juga siswa. Hanya ada beberapa awalnya yang menyetujui ideku ini, terlagi ketika aku menyebut “Teatrikal” di salah satu runtutan agendanya. Entah itu termasuk Teatrikal ataupun apa, yang jelas aku baru pertama mendengar kata itu ketika hendak “Pergelaran Malam Budaya” di Forum Indonesia Muda atau yang tak asing dikenal dengan FIM15, sehingga aku pula ingin mencobanya kembali di SMA itu bersama teman-teman yang lain.

Melalui prosesi diskusi panjang, akhirnya teman-teman menerima ide yang jika dipikir “Gila” ini. Bagaimana tidak, aku baru sekali mendengar nama “Teatrikal”, dan sepintas juga aku mengusulkan untuk dilakukan oleh kami semua.
 

Rabu, 01 Januari 2014

Ramadhan : Managemen Waktu Menulis

Bulan ramadhan merupakan bulan yang paling ditunggu-tunggu sebab berkah yang terkandung didalamnya. Segala macam perbuatan yang bernilai ibadah dilipatgandakan pahalanya. Pun dalam hal menulis yang mengandung nilai positif dari karya yang dibuat, maksudnya dalam sebuah karya memberikan kemanfaatan (pencerahan) bagi pembaca sehingga menjadi pelecut tersendiri bagi pembaca untuk memperbaiki diri. “Manusia yang paling dicintai di sisi Allah adalah yang banyak memberikan kemanfaatan bagi orang lain” (HR. Thabrani). Selain itu juga memberi manfaat pada diri sendiri, seperti yang dikatakan Khalifah Ali bin Abi Thalib bahwa “Setiap penulis akan mati. Hanya karyalah yang abadi. Maka tulislah sesuatu yang membahagiakan dirimu di akhirat nanti”.

Minggu, 10 November 2013

Reformasi Pendidikan Indonesia




Bertepatan dengan membakarnya semangat 120 pemuda Indonesia yang mengikrarkan sumpah pemuda pada 28 Oktober 2013. Sehari sesudahnya (29/10) 120 pemuda Indonesia yang terpilih sebagai peserta Forum Indonesia Muda (FIM) 15 dari 5645 pendaftar, berdiskusi dan diberikan stimulasi yang mencerahkan mengenai dunia pendidikan oleh bapak Anies Baswedan.

Pemuda merupakan pemimpin di masa mendatang. Dari hal tersebut, berarti peran pemuda sangat penting untuk kemajuan negara, termasuk di bidang pendidikan. Dunia pendidikan sangat dipengaruhi pemimpinnya, sehingga generasi muda yang nantinya akan memimpin negara ini hendaknya memikirkan perbaikan pendidikan di masa yang akan datang. Bapak Anies Baswedan menyatakan bahwa, “You are the leader now, think of your society and others, and you`ll be the leader in the future”. Pemimpin adalah sosok yang berani dan siap untuk memikirkan masyarakat dan yang lainya bukan hanya memikirkan diri sendiri.

Dalam penyampaiannya beliau menyebutkan bahwasannya pendidikan merupakan instrument rekayasa masa depan. Maksudnya perkembangan dan kemajuan negara mampu dimodifikasi sedemikian rupa jika memiliki kapasitas pendidikan yang baik dan proporsional. Pendidikan yang baik berasal  dari Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia sendiri, sedangkan proporsional merupakan aset pendidikan yang di sesuaikan dengan kebutuhan negara ini untuk masa mendatang.

Jumat, 05 Juli 2013

Catatan MetroTV On Campus di Unsri


Masyarakat Indralaya-Palembang dan sekitarnya tak henti-hentinya membicarakan tentang MetroTV On Campus yang berlangsung di Auditorium Universitas Sriwijaya pada 03-05 Juli 2013, termasuk aku. Status mahasiswa yang harus mempersiapkan peerteaching di pertengahan Juli membuatku harus merelakan libur setelah akhir semester genap untuk tetap tinggal di Indralaya.

Pertama kali mendapatkan informasi akan diadakannya rangkaian acara MetroTV On Campus di bumi Sriwijaya hatiku tanpa menunggu detik selanjutnya aku mendaftarkan diri sebagai peserta. Entah aku menjadi peserta yang keberapa, terjelas bagiku adalah mengikuti rangkaian kegiatan yang langka ini. Terpenting bagiku rangkaian acara yang terdiri dari Open Mic, Pelatihan Jurnalistik dan Talkshow Just Alvin itu dihadirkan secara gratis. Bukan perihal itu saja, informasi dan ilmu yang didapatkan akan menjadi pengalaman yang akan sangat sulit sekali didapatkan secara langsung.

Selasa, 25 Juni 2013

Mahakarya Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Sriwijaya


            Tingkat kreatifitas memang tiada batasnya. Hal ini terbukti dari puluhan mahasiswa pendidikan matematika Universitas Sriwijaya (Unsri) yang berhasil membuat buku kumpulan puisi, cerpen, dan komik matematika. Tanpa membatasi ruang yang sedang diarungi dan kekreatifitasan yang seharusnya dimiliki semua mahasiswa, mereka berhasil menggabungkan itu semua ke dalam sebuah tulisan.
Mahasiswa yang hampir sebagian besar tergabung dalam Forum Lingkar Pena (FLP) Ogan Ilir ini dan Komunitas Sastra Unsri ini berhasil menggungkapkan keindahan matematika dengan tulisan dan lukisan. Tentu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, akan tetapi dengan keinginan yang keras dan melahirkan pandangan berbeda mengenai matematika maka ini merupakan kewajiban. Sehingga menjadi pelecut tersendiri untuk memberikan yang terbaik.

Ketika Mahasiswa Tampil di Media


Dewasa ini, mahasiswa semakin giat meningkatkan keterampilannya dalam segala bidang. Ini merupakan kabar gembira bagi seluruh institusi pendidikan. Geliat itu mulai tampak dari semakin banyaknya minta mahasiswa yang mengikuti berbagai bidang keterampilan. Namun yang sangat menonjol akhir-akhir ini berada pada bidang menulis.

Kegiatan menulis memang tiada seorang pun yang mampu luput darinya. Sejak pendidikan dasar bahkan sudah dituntut untuk melakukan keterampilan tersebut. Kemutlakan tersebut menjadi landasan awal untuk meningkatkan daya kreatifitasnya dalam sisi menulis tertentu. Baik bersifat fiksi maupun non fiksi (ilmiah).

Pada bidang ilmiah, Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan Direktorat Jendral Dikti, minat mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut terus meningkat. Di Universitas Sriwijaya misalnya, setelah pada tahun 2011 yang mengikuti program ini tidak mencapai 40 proposal, namun pada tahun 2012 mengalami peningkatan yang significant. Tercatat lebih dari 100 proposal yang diajukan oleh mahasiswa.

Sabtu, 22 Juni 2013

Menulis, Budaya Terlupakan oleh Mahasiswa

Oleh :  Wahyu Wibowo

          Hakikatnya dalam hidup ini tak pernah terlepas dari kegiatan menulis. Terbukti sejak menempuh pendidikan dasar, menulis adalah kewajiban yang mutlak. Bukan sekedar kewajiban, melainkan jembatan untuk menuju penempatan wawasan yang didapatkan selama perjalanan hidup. Hal ini didasari oleh ketakmampuan memori pikiran untuk menyimpan semua apa yang dijumpai dalam waktu yang singkat.

          Dari kesekian rutinitas kegiatan menulis sejak pendidikan dasar, hanya sebagian saja yang menulis berbentuk cerpen, artikel, atau karya tulis lainnya. Ini pun dilakukan semata untuk meluapkan rasa yang sedang dialami. Padahal jikalau rutinitas ini dilakukan dengan pemahaman lebih mengenai posisi atau bentuknya, maka akan melahirkan keterampilan diri dan pengembangan potensi diri.

          Ternyata paradigma sebagai siswa masih diadposi ketika status menyatakan mahasiswa.  Padahal di bangku perkuliahan, berdasarkan filosofisnya menuntut perkembangan keterampilan menulis. Banyak hal kegiatan mahasiswa berhubungan dengan menulis. Proposal, makalah, dan skripsi misalnya. Bahkan setiap tahun Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) menyelenggarakan Program Keterampilan Mahasiswa  (PKM).

Lingkar Apresiasi Terhadap Mahasiswa

Oleh : Wahyu Wibowo

Hakikatnya status sebagai mahasiswa sangat menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat yang berada di daerah terisolir dan daerah yang jauh dari lingkup perkotaan, terlagi tercatat sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang terbaik di negeri ini.

Kebanggaan yang bukan tanpa landasan melainkan dengan daya tarik dan memberikan energi positif terhadap masyarakat (pemuda) di daerah itu sendiri untuk menjadikan panutan dan terus melangkah meraih mimpi yang diidamkan. Terbukti setiap masa liburan tiba, masyarakat menyambut baik dan mengagungkan mahasiswa tersebut. Bahkan mahasiswa dianggap memiliki kemampuan serba bisa, sehingga pada kegiatan yang ada di daerah tersebut dilimpahserahkan kepada mahasiswa.

Di Indonesia, setiap tahun tak kurang dari seratus ribu yang mengubah status dari pelajar menjadi mahasiswa. Tentu bukan angka yang kecil bagi suatu Negara, tetapi kenyataan yang ada pada pelajar Indonesia yang tidak dapat melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi jauh lebih besar dibandingkan pelajar yang berkesempatan untuk melanjutkan di Perguruan Tinggi. Padahal pendidikan merupakan faktor utama dalam memajukan bangsa. Bagaimana tidak, melalui jalur pendidikan segala aspek dapat berkembang. Menurut hemat penulis bahwa melalui pendidikan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) disegala bidang akan tercapai. Sehingga pendidikan dapat dikatakan sebagai pilar utama dalam pembangunan bangsa yang kaya ini.