Bismillahirahmanirrahiim...
Kita
tak pernah tau apa yang akan terjadi pada diri kita detik, menit, hari, esok,
lusa, dan hari-hari kemudian, semua itu telah menjadi rencana-Nya dan telah
kita sepakati sebelum kita lahir menatap dunia ini; yang kemudian Ia tetapkan
dalam Lauhil Mahfuz.
Seperti
kisahku yang bermula hanya memiliki ‘MIMPI’ lalu menuliskan dalam selembar
kertas untuk menaiki ‘PESAWAT’ pada 2012 lalu, kemudian ternyata Ia izinkan
untuk mencapai apa yang diangankan tersebut menjadi nyata. Lebih dari itu,
tanpa seperpun uang yang harus dikeluarkan; sebab Direktorat Jendral Pendidikan
Tinggi (Ditjen Dikti) yang membiayai semua.
Ditjen
Dikti memberikan kesempatan bagiku ini bukan cuma-cuma, melainkan atas usaha
yang kuberikan dalam sebuah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang berjudul
‘Komunitas Penulis Cilik Anak Panti Asuhan (Kompencil Kapas)’. Ternyata program
yang dibuat ini berhasil menembus 1% dari 44.754 program yang diusulkan oleh
kelompok mahasiswa seluruh Indonesia. Artinya, aku telah masuk ke 440 besar
yang akan diperlombakan pada ajang ilmiah paling bergengsi tingkat mahasiswa
yaitu Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-27, di Universitas
Diponegoro, Semarang.









