Laman

Menikmati Indahnya Pantai Matras

Pantai Matras terletak di Kabupaten Sungai Liat, Bangka Belitung.

Puncak Tertinggi Provinsi Sumatera Selatan

Gunung Dempo berada di Kota Pagaralam dan berketinggian 3183 mdpl.

Gravity Suku Anak Dalam

Jejak di Provinsi Jambi: Gravity Suku Anak Dalam (SAD) di Thehok, Jambi.

Berkunjung ke Rumah Baca Pustaka 2, Payakumbuh

Rumah Baca Pustaka 2, Payakumbuh-Sumbar didirikan oleh Uda Agus dan Uni Linda.

Lelaki Penyuka Koran

Setiap pagi, Lelaki ini gemar ke kios-kios koran dan berpura-pura membaca.

Rupa Cughup Besemah

Cughup (air terjun) Besemah terletak di antara Lahat-Pagaralam, Sumsel. Untuk mencapai ke sana, mesti jalan kaki hingga 1 jam perjalanan.

Berwisata Candi Prambanan

Candi Prambanan terkenal di telinga masyarakat lewat kisah Loro Jongrangnya.

Jumat, 28 Maret 2014

Allah Telah Merencakan Hal Indah Untukku


 Bismillahirahmanirrahim.


Rindu rasanya untuk kembali mengisi ‘Ruang Inspirasi’ ini. Sekian lama dan banyak rutinitas yang dikerjakan hingga akhirnya, alasan demi alasan terlontarkan yang meskinya tak begitu menjadi persoalan. Toh, mereka (baca : orang-orang sukses di sana) masih sempat menebar cerita meski agenda yang teramat menumpuk yang apabila itu ada padaku, mungkin aku akan sulit sekali berkutik.

Tak perlu berkelit dengan hal itu, saat ini ada hal penting yang meski diceritakan. Ya, kembali kisah yang sudah aku jalani. Memang kalau mau menceritakannya, takkan cukup kata untuk menuliskannya, tak cukup kalimat untuk mengungkapkannya, tak cukup wacana untuk menggambarkannya, tak cukup....

Seperti ‘status facebookku’ beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 25 Maret 2014. Aku menuliskan perihal kelalaianku tentang aturan yang mestinya kupahami terlebih dulu. Di sana aku menuliskannya, “Duh, kecolongan ternyata...”—pada cerita yang sesungguhnya, awalnya aku menduga deadline pengiriman berkas PKM-GT (Gagasan Tertulis) pada tanggal 27, sedangkan PKM-AI (Artikel Ilmiah) pada tanggal 31. Melihat hal itu, sedari awal aku memfokuskan untuk menyelesaikan terlebih dahulu PKM-GT. Akan tetapi faktanya, PKM-AI yang harus dikirim paling lambat tanggal 27. Artinya, aku telah lalai dalam memperhatikan aturan yang telah ditetapkan.

Kamis, 06 Maret 2014

Ada Kebahagian di Setiap Sisi Kehidupan


Bismillahirahmanirrahim.

Keindahan akan selalu ada pada detik-detik yang dilalui, pun pada kehidupanku seharian ini. Di tengah sebuah aktifitas yang bisa dikatakan 'lumayan' memeras keringat, otak, serta waktu, keindahan perjalanan hidup sangatlah nampak dalam alur yang mengesankan. Bermula pagi, menyisir angin pagi yang ada di sekitar Unsri, sepeda merah yang menemani setahun terakhir menjadi sahabat yang paling asyik.


Satu per satu sisi aku mulai datangi, Auditorium sebagai ruangan kegiatan utama Unsri Green Tea (UGT) 2014 oleh UKM U-Read, lalu ke Gedung Student Center sebagai markas U-Read, menyusur kembali perumahan dosen sebagai penginapan peserta UGT, lalu ke terminal dan menetap di ruangan Rektorat sebagai tempat pelaksanaan LKTI tingkat nasional.

Senin, 17 Februari 2014

Kembali, Kisah Itu Terulang



Dua hari telah berlalu dengan begitu mengharu-birukan hati ini. Kisah yang terangkai tak seperti dibayangkan oleh 'isi kepala' sebelumnya. Ya, kisah itu terjadi ketika kesempatan itu mendekapi jiwa.

Bermula dengan pagi sabtu, menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan untuk 'Proyek Sosial dan Pagelaran Budaya'--Ala #FIM15 untuk acara #Super_Camp di FKIP Unsri bersama panitia lainnya. Ya, aku tak bisa mengikuti seluruh rangkaian acara hingga minggu siang.

Bertepatan hari sabtu itu juga, sekitar pukul 10.50 aku meninggalkan lokasi acara #Super_Camp untuk menuju 'Trifika' di Timbangan. Di sana sudah berkumpul Teman-teman anggota Flp Ogan Ilir juga Dantii Sii'Kagumi Urichiwa (FLP Prabu) tengah bersiap untuk menuju ke Sekolah Alam Bukit Siguntang untuk mengikuti #Writing_Camp FLP Se-Sumsel. 

Rabu, 12 Februari 2014

Kenari yang Kehilangan Kompas


 Oleh : Wahyu Wibowo


Ibu, sekian hasta waktu berlalu pun melagu. Kicauanku tak lagi membangunkan cahaya mentari yang kugenggam senja kemarin. Angin pun jengah membujuk lelahku dengan canda atau sekedar celoteh sebagai pengisi ruang hampa.

Ibu, telah hilang butiran-butiran embun yang kupilin karena terik membakarnya saat terlelap dalam fana dunia. Tak bersisa tak bernyawa selain jelaga nganti tak tau diri.

Ah, ibu... dimanakah arah yang kau ceritakan lewat memoar dari aliran air susumu? Akankah layak putra semata wayangmu melahap dahaga demi detik yang memintal jarum jam?

Jumat, 07 Februari 2014

Kesuksesan Rencana Berawal dari Persiapan Matang


Bismillahirrahmaanirrohiim...

Kali ini aku akan menceritakan sedikit kisah mengenai perjalanan “Akademik” yang mesti kujalani dalam kehidupan kampus ini. Ada hal paling mengesankan saat aku melakukan pembelajaran mengajar di SMAN 1 Indralaya Selatan (Intan) yang disebut P4 atau bahasa umumnya PPL. Hal yang menarik hati untuk kemudian selalu diselami dan semayami dalam hati, yaitu berani mencoba dan kerja keras yang disertai persiapan yang mateng. Begitulah orang menyebutnya.
 
Dua minggu sebelum perpisahan, aku mengusulkan dengan diadakannya Pensi (Pentas Seni) yang aktor utama dalam kegiatan ini semua mahasiswa P4 dan juga siswa. Hanya ada beberapa awalnya yang menyetujui ideku ini, terlagi ketika aku menyebut “Teatrikal” di salah satu runtutan agendanya. Entah itu termasuk Teatrikal ataupun apa, yang jelas aku baru pertama mendengar kata itu ketika hendak “Pergelaran Malam Budaya” di Forum Indonesia Muda atau yang tak asing dikenal dengan FIM15, sehingga aku pula ingin mencobanya kembali di SMA itu bersama teman-teman yang lain.

Melalui prosesi diskusi panjang, akhirnya teman-teman menerima ide yang jika dipikir “Gila” ini. Bagaimana tidak, aku baru sekali mendengar nama “Teatrikal”, dan sepintas juga aku mengusulkan untuk dilakukan oleh kami semua.
 

Bingkis Ramadhan


Lamat-lamat menapak terang samudra semesta
Atom Tuhan tegur lewat bercik sinarnya
Dan cincin alam mengapung di Bima Sakti raya
Takjub menyatu dalam ruang rindu
Kerinduan yang utuh

Berawal Rajab dan Syaban beriring rima
Zaitun dan kurma bersenggama
Menyatukan wujud pada sesosok karomah
Pada dinasti langkah zaman tak bermunajad syurga

Kamis, 30 Januari 2014

Pelajaran dari Sebuah Usaha



Bismillahirrahmaanirrohiim...


 Menuju Cughup Basemah – Sehari sebelum mendaki Gunung Dempo

Rasanya tiada keindahan yang dapat dirasakan di dunia ini selain menemui pagi dengan senyum terindahnya. Beberapa tempat yang dirasa indah pun belumlah sebanding dengan keindahan yang didapati selama ini, misalnya Kawah Merapi Dempo, Pulau Kemaro, Ampera, Pantai Parangtritis, ataupun beberapa tempat wisata yang telah dikunjungi dan kuanggap menampilkan sisi keindahan. Bagaimana tidak, apabila ‘Pagi’ sudah tidak menemuiku, maka akan hilang semua keindahan yang ada di dunia bagiku. Serupa pagi ini, kesempatan menemui pagi ini dan juga menghirup udara kehidupan masih diberikan kepadaku.

Berjumpa pagi ini tentunya ada hal yang ditunggu-tunggu oleh kebanyakan mahasiswa di Nusantara, yaitu perihal daftar nama yang akan hadir dalam lembar pengumuman yang beruntung untuk mengikuti kunjungan belajar di Jepang selama bulan Februari-Maret 2014. JENESYS 2.0, itulah nama yang sangat menggoda seluruh mahasiswa Indonesia. Sangat disayangkan, waktu pendaftaran sangatlah singkat hingga beberapa teman yang dijumpai menyatakan belumlah sempat untuk mendaftarkan diri.

Selasa, 28 Januari 2014

Merapal Alfa


Oleh : Wahyu Wibowo


Sejak perumpaan tak sengaja
yang mengalir deras dari bibir
tentang alfa. Perihal kebiasaan
adalah ajang perbaikan yang
terkadang tak disadari sebab
diri larung dalam kesendirian

Sungguh! Tak lelah membaca
araharah dari ayatayat alfa yang
selama ini meresahkan jiwa
begitu, anjur yang kau beri
suatu waktu pada temu

Minggu, 26 Januari 2014

Peluklah Kesempatan Itu...



Bismillahirrahmaanirrohiim...
Alhamdulillah, hingga detik ini kesempatan menghirup udara sejuk bertautkan nafas kehidupan masih diberikan kepadaku. Entah sampai kapan kesempatan ini serta merta didapati, terjelas bagiku mencoba mensyukuri apa yang sudah diberikan dengan sebaik mungkin. Teramat jelas jika melihat dari segala perihal yang telah dilalui selama ini, masih menggambarkan bahwa seperti angin yang kehilangan arah. Ya, meskipun tidak terlihat jelas oleh siapapun kecuali aku dan Penciptaku.

Setelah seharian pun melewati hari demi hari hanya melihat, mendengar, dan membaca kisah yang secara langsung ataupun tidak langsung selalu menyentuh sisi hati. Melalui kisah yang dituturkan lewat bibir, melalui kisah yang digoreskan pena, atau perilaku yang mencerminkan suatu kepribadian dan totalitas yang sungguh seharusnya dicontoh. Kata demi kata rasanya terus mengalir dari sisi manapun, terlagi dari sebuah goreskan pena yang tak henti ditebar hingga untuk kesekian kalinya pun kisah itu dapat dibaca secara terus menerus.

Terlepas dari kemanjaan diri yang selalu melihat sisi kebaikan orang lain melalui ruang manapun, yang akhirnya sedikit banyaknya memberikan dampak positif untuk mengarah ke arah kebaikan pula. Walaupun seiring berjalannya waktu, peralihan hati kerap kali terjadi. Jikalau pada masa lain berkesempatan mendapati hal-hal yang bisa dibilang serupa, tentunya akan memberikan pengertian kembali mengenai sisi yang harus ditempuh. Akhirnya, kesempatan yang aku sendiri tidak mengetahui sampai kapan perjanjian yang telah kusepakati sebelum ke dunia ini, akan diupayakan menebar manfaat bagi orang lain, seperti apa yang sudah kudapati (meski tak begitu memahami) selama ini.

Sabtu, 25 Januari 2014

Perempuan di Ujung Mata


Oleh: Wahyu Wibowo



          
              Hari hendak menutup mata. Gelagat putih menjauh pergi. Nanar sinar pun pudar ditilang waktu. Tepat di pelupuk mata, kabar hadir redup ditelan angin. Ah, andai saja masih pagi. Kurengkuh niat bersih untuk menyulam laranya. Hendak apa dikata, ia tenggelam dalam tidurnya sendiri.

            Di sepanjang jalan lintas Sumatera lalu lalang kendaran tak pedulikan kiri-kanan. Debu sebabnya hantar lusuh wajah dan sekujur tubuh. Tak hirau air pembersih mengguyuri tubuh sebelumnya. O, janganlah melusuhkan hati juga. Kalau sampai terjadi, betapa malangnya hidup. Janganlah, jangan! Aku enggan terseruput jelaganya.

            Kian berisik, kain menukik suara kendaraan ke pori-pori telinga. Kendaraan yang tak pernah hilang dari kedipan mata akan lalu lalangnya. Kendaraan yang merelakan sebagiannya tergoyang setelah lewati paruh jalan berlubang. Goyangan yang tak seperti teraturnya goyangan Bumi ketika mengelilingi porosnya, Matahari. Pun Matahari mengelilingi Galaksi. Lalu, galaksi beredar pada alam semesta. Melainkan goyangan yang sedikit saja tak mendapati celah, maka merelakan segala isinya tumpah ruah meratai alas jalan.

Rabu, 22 Januari 2014

Getir Hati


Oleh : Wahyu Wibowo



Singkat cerita di balik rintik hujan
Singkap nyata di balik cawan menyan

Episentrum
Sentrum diri di cangkang
Sentrum naluri bergeming
Sentrum waktu pada palung getir, siring