Laman

Menikmati Indahnya Pantai Matras

Pantai Matras terletak di Kabupaten Sungai Liat, Bangka Belitung.

Puncak Tertinggi Provinsi Sumatera Selatan

Gunung Dempo berada di Kota Pagaralam dan berketinggian 3183 mdpl.

Gravity Suku Anak Dalam

Jejak di Provinsi Jambi: Gravity Suku Anak Dalam (SAD) di Thehok, Jambi.

Berkunjung ke Rumah Baca Pustaka 2, Payakumbuh

Rumah Baca Pustaka 2, Payakumbuh-Sumbar didirikan oleh Uda Agus dan Uni Linda.

Lelaki Penyuka Koran

Setiap pagi, Lelaki ini gemar ke kios-kios koran dan berpura-pura membaca.

Rupa Cughup Besemah

Cughup (air terjun) Besemah terletak di antara Lahat-Pagaralam, Sumsel. Untuk mencapai ke sana, mesti jalan kaki hingga 1 jam perjalanan.

Berwisata Candi Prambanan

Candi Prambanan terkenal di telinga masyarakat lewat kisah Loro Jongrangnya.

Minggu, 20 Desember 2015

Puisi "Episentrum Adika' dan "Arca"


  contoh koran


 
Episentrum Adika

Tercipta episentrum di cakrawala ilmu
Dari tangan *Ijazil menyusup kelu
Dan pucuk lidah menyaput kaku
Di samping wajah penuh kuyu

Jumat, 18 Desember 2015

Esai "Perpustakaan Berinternet dan Ratapan Buku"





Ilustrasi buku dan eletronik, laptop

Di dalam kisah, perpustakaan memiliki keharmonisan bersama buku. Reot, mewah, atau bertingkatnya bangunan perpustakaan, akan wagu bila tak ditemui para buku. Bermacam tema, sasaran pembaca, dan tahun kelahiran buku mengisi rak-rak yang tatanannya memuat historis dan keserasian di mata penggagas perpustakaan. Buku menjadi tamu kehormatan berderajat tinggi dan berlimpah keistimewaan, tak kalah dengan barang-barang yang terpampang di supermarket, mall, atau toko tak bermerek sekalipun.

Kamis, 17 Desember 2015

Aku dan Koran




Rutinitas di pagi hari: mencari koran

 
"Bila karya kita ingin dibaca oleh orang lain, sering-seringlah membaca karya orang lain. Juga, jika karya kita ingin dibeli orang lain, maka mestinya kita mengapresiasi karya orang lain dengan membelinya pula."

Ingatanku mengarah ke tahun 2009 lalu. Waktu itu, secara kebetulan ataupun tidak, tiba-tiba saja aku tertarik membeli koran lokal yang di sana ada bacaan yang dibuat TIM Smart Linggau Pos. Uang tabungan kuambil sebagian, hanya untuk membeli koran hari minggu yang hingga kini masih kusimpan di rumah, setelah sebelumnya kubawa ke tanah rantau, Indralaya.

Rabu, 07 Januari 2015

Berdosakah Bermimpi dan Berdoa Akan Hal yang Besar?





Ilustrasi tangga kesuksesan



“Jika kita mampu bermimpi besar, kenapa harus bermimpi kecil?
Jika kita bisa meminta hal yang besar dalam berdoa, haruskah meminta hal yang kecil kepada Maha Esa? Toh, energi dan waktu yang dikeluarkan akan sama besar. (Wahyu Wibowo)

Selasa, 16 September 2014

Rahasia-Nya Begitu Indah


Bismillaharrahmanirrahiim...

Akhir-akhir ini, Indralaya menggambarkan sebuah daerah yang sangat miris dan perlu perhatian. Asap dan debu menyebar dari setiap penjuru. Hutan-hutan atau lahan kosong dengan derasnya mengirimkan asap tebalnya. Hampir setiap jam ada saja kiriman asap itu; jadi ingat betapa sulitnya dan banyaknya korban akibat asap di Riau, seperti yang disampaikan K.H. Ust. Arifin Ilham, dalam doa bersama empat bulan lalu di Tanjung Batu, yang menyebutkan bahwa Pemprov Riau bisa mengeluarkan uang sekitar 40juta sebulan untuk membuat hujam buatan.

Senin, 15 September 2014

Ya Rabb, Pesawat-Mu Menerbangkanku (2)




          Bismillahirahmanirrahiim...
Kita tak pernah tau apa yang akan terjadi pada diri kita detik, menit, hari, esok, lusa, dan hari-hari kemudian, semua itu telah menjadi rencana-Nya dan telah kita sepakati sebelum kita lahir menatap dunia ini; yang kemudian Ia tetapkan dalam Lauhil Mahfuz.


Seperti kisahku yang bermula hanya memiliki ‘MIMPI’ lalu menuliskan dalam selembar kertas untuk menaiki ‘PESAWAT’ pada 2012 lalu, kemudian ternyata Ia izinkan untuk mencapai apa yang diangankan tersebut menjadi nyata. Lebih dari itu, tanpa seperpun uang yang harus dikeluarkan; sebab Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) yang membiayai semua.


Ditjen Dikti memberikan kesempatan bagiku ini bukan cuma-cuma, melainkan atas usaha yang kuberikan dalam sebuah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang berjudul ‘Komunitas Penulis Cilik Anak Panti Asuhan (Kompencil Kapas)’. Ternyata program yang dibuat ini berhasil menembus 1% dari 44.754 program yang diusulkan oleh kelompok mahasiswa seluruh Indonesia. Artinya, aku telah masuk ke 440 besar yang akan diperlombakan pada ajang ilmiah paling bergengsi tingkat mahasiswa yaitu Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-27, di Universitas Diponegoro, Semarang.

Senin, 01 September 2014

Ya Rabb, Pesawat-Mu Menerbangkanku (1)



Bismillahirahmanirrahim...

Setiap orang memiliki mimpi dan keinginan akan keindahan hidup masing-masing. Setiap orang tentu memiliki variasi yang berbeda-beda, pun aku denganmu, ataupun kalian. Meskipun begitu, yang demikian mengarah pada satu titik ‘puncak’ yang dinamai keberhasilan.

Standar dari keberhasilan setiap orang tentu berbeda-beda pula, seperti berbedalah isi hati antara satu dengan yang lainnya. Bisa jadi, pada satu ruang lingkup yang sama, ataupun memiliki kesamaan nama, warna kulit, golongan darah, rambut, sifat, bahkan dari orang tua yang sama. Itu semua tak menjamin melahirkan tolak ukur dari ‘pikiran’ setiap orang akan sama.

Seperti membaca sebuah karya tulis orang lain, semisal puisi atau cerpen yang memang karya imajinasi dari penulisnya. Meski memang kebanyakan penulis lebih banyak mengutarakan kisah nyata hidupnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, atau baik hanya dilihat ataupun sekedar mendengar cerita saja. Itu bukanlah alasan untuk tidak memainkan imajinasi yang akhirnya melahirkan karya semisal puisi atau cerpen. Dari sudut pandang pembaca tentunya akan melahirkan sebuah arti, makna ataupun definisi yang berbeda dari sebuah karya yang mereka baca, apalagi dari sisi penulisnya, tentunya tidak begitu sama. Dilihat dari sudut arah makna yang disampaikan terkadang mengerucut pada satu titik yang melahirkan kesamaan, meski tak seutuhnya.

Jumat, 29 Agustus 2014

Terus Berkarya dan Menginspirasi


Bismillahirahmanirrahim...


Malam ini, bertepatan dengan malam puncaknya Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-27 di Universitas Diponegoro, detak jantung rasanya beroperasi lebih kencang dari biasanya. Ya, malam ini adalah malam penganugerahan di ajang kompetisi menulis ilmiah dan berkreativitas paling bergengsi tingkat mahasiswa di Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti).


Pun aku, sebagai salah satu mahasiswa yang beruntung berkesempatan hadir untuk menyaksikan, berkompetisi, dan membawa almamater kebanggaan untuk memberikan goresan prestasi. Sebelumnya, aku telah berhasil menjadi bagian 1% dari 44.752 proposal yang diajukan ke Dikti. Apabila dihitung, maka aku telah berhasil masuk ke ruang 440 proposal terbaik yang akan diseleksi kembali untuk menjadi 3 besar untuk setiap bidangnya.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Belajar = Beribadah, Setiap Waktu


Bismillahirahmanirrahim...

Belum sampai tujuanku untuk menuju kota Padang, sejak keberangkatan pada Kamis (07 Agustus 2014) pukul 13.51 wib kemarin. Tiba di terminal Padang Panjang sekitar pukul 11.30 wib aku menghidupkan telpon genggamku yang sengaja sering kumatikan sebab baterai yang cepat habis dan tempat pengecas yang kurang kondusif selama di perjalanan. Siang itu, tepat di handphone-ku itu baru saja hidup dan belum begitu normal, akan tetapi sebuah nomor telpon XL menelponku dengan sebuah kabar mengejutkan dan membahagiakan bagiku. Dari percakapan itu, sebab belum tertera nama di handphone itu aku belum dapat menerka secara betul kalau yang membarikan kabar itu adalah Astina Dwi Errika, sahabat seperjuangan di Matematika Dua Ribu Sepuluh (Matilu).

“Alhamdulillah, selamat ya. Undip menunggumu. Selamat lolos ke PIMNAS 27,” ujarnya dengan nada bahagia dari kejauhan.

Senin, 14 April 2014

Semua Memiliki Hikmah Tersendiri



Bismillahirahmanirrahim.
Senin siang yang memancarkan aura bahagia melalui cerahnya. Dari pagi belum terlihat gelagat mendung yang mengotori cerahnya. Cerah yang memiliki makna, pun ketika mendung pastilah ada hal yang dimaksudkan pencipta akan kehadirannya. Bisa jadi mendung itu ada, sebab kegerahan yang menyelimuti setiap kujur tubuh. Hadirnya mendung yang disertai gerimis hadir sebagai penawar kegerahan itu.

Hari ini, berangkat dari tempat tidurku laptop menjadi ruang curhatku. Maksud curhat di sini tidak lain melakukan pendiskusian diri dalam rangka merangkaikan kata-kata untuk menyelesaikan apa saja yang mestinya diselesaikan. Terkhusus hari ini, tak lain dan tak bukan adalah rangkaian kata-kata yang menjurus kepada BAB I, II, maupun III. Tak lupa juga RPP, LKS, Lembar Validasi, serta soal-soal yang berhubungan dengan ini. Ini semua terangkum dalam #Skripsweet.

Rabu, 02 April 2014

Terima



Boleh saja kau palingkan muka seraya membara dalam kata
Tetapi sealir darah tak dapat menyangkal atas firman-Nya

Indralaya, 20 Mei 2012